Selasa, 15 Juni 2010

SEORANG NENEK YANG BISA DUDUK DI TENGAH LAUT

nenek_dalam


Supiah (65), nenek “sakti” yang ditemukan duduk mengambang di atas permukaan air laut Grajagan, akhirnya bicara. Supiah mengaku bisa ke tengah laut pelawangan dengan cara diantar oleh air laut.
Nenek yang mengambang di laut
Nenek yang mengambang di laut, Supiah akhirnya bicara mengenai kejadian yang dialaminya. enek Supiah mengaku bisa ke tengah laut pelawangan, laut yang dikenal angker oleh nelayan setempat, dengan cara diantar oleh air laut. Dia pun juga merasa heran dengan apa yang dialaminya.
Rumah Supiah yang berada di Dusun Selorejo Desa Temurejo Kecamatan Bangorejo, Banyuwangi.
Rumah Supiah yang berada di Dusun Selorejo Desa Temurejo Kecamatan Bangorejo, Banyuwangi.
Supiah mengaku, jika dirinya keluar dari rumah sejak Kamis siang sekitar pukul 12.00 WIB. Sejak bangun tidur pagi hari, dirinya ingin pergi ke laut lantaran kangen masa lalu bersama mantan suami yang menjadi nelayan dan dua anaknya.
Supiah mengaku, jika dirinya keluar dari rumah sejak Kamis siang sekitar pukul 12.00 WIB. Sejak bangun tidur pagi hari, dirinya ingin pergi ke laut lantaran kangen masa lalu bersama mantan suami yang menjadi nelayan dan dua anaknya.

Banyuwangi – Warga Dusun Grajagan Pantai Desa Grajagan Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi, dikejutkan dengan penemuan sesosok nenek misterius di tengah laut. Nenek misterius tersebut ditemukan duduk dengan posisi mengambang di atas permukaan air laut.
 
Nenek yang belakangan diketahui bernama Supiah (65), asal Dusun Selorejo Desa Temurejo Kecamatan Bangorejo, Banyuwangi itu ditemukan secara tak sengaja oleh serombongan nelayan yang sedang memancing di laut Grajagan, tepatnya Laut Pelawangan.

Kali pertama ditemukan, nenek misterius itu berada di permukaan air laut dalam posisi duduk, Kamis malam (7/5/2009), sekitar pukul 23.00 WIB atau bertepatan pada malam Jumat Legi.
Anehnya lagi, tubuh maupun pakaian yang dikenakan nenek tersebut tak basah oleh air laut. Saat ditolong oleh para nelayan, nenek tersebut justru menolak untuk dinaikkan ke atas kapal jukung.

Bahkan saat berhasil dirayu naik ke atas kapal, nenek itu justru memaksa para nelayan untuk mengantarnya ke arah laut lepas seakan mengejar sesuatu.

“Saya kira batang kayu, saya baru tahu pas nenek itu batuk-batuk membentur perahu saya. Teman-teman saya ketakutan, pas saya lihat ternyata nenek itu duduk di atas permukaan air terombang-ambing arus laut,” jelas Supariyanto (40), nelayan Grajagan yang malam itu melihat langsung kesaktian nenek Supiah. Dia sangat heran, sebab nenek tersebut seperti pada film-film fiksi selama ini.

Nenek Supiah yang sempat diamankan ke rumah Supariyanto itu kemudian disusul oleh keluarganya, Jumat (8/5/2009). Selain itu polisi juga ikut mengawalnya, sebab penemuan nenek sakti itu mengundang warga berduyun-duyun. Saat ditanya wartawan, nenek Supiah hanya diam. “Saya cari anak saya,” katanya singkat.

“Katanya cari anaknya yang hilang terbawa laut, anaknya itu disebutnya berkepala manusia berbadan ular, itupun dijawabnya setelah saya tanya berkali-kali dengan sedikit rayuan,” ungkap Supariyanto menirukan jawaban sang nenek sesaat setelah dibawa pulang nelayan dari laut.
 
Ada Keanehan yang Terjadi Pada Wartawan
Wartawan yang ingin mengabadikan gambarnya dibuat bingung. Entah mengapa, satu persatu power kamera wartawan yang meliput mendadak mati secara bergantian. Bahkan ada pula yang hasil jepretannya berwarna gelap.
 
Bukan hanya wartawan, warga yang berusaha mengabadikan gambar melalui ponselnya juga mengalami hal serupa. “Mbah…mbah saya ambil gambarnya ya,” kata seorang wartawan. Si nenek itu mengawasi para wartawan dengan tatapan tajam.

“Loh kok malah mati lagi handphonku, kok bisa sih,” teriak salah seorang wanita yang saat itu berebut mengabadikan gambar Nenek Supiah di rumah Supariyanto (40), seoang nelayan Grajagan yang melihat langsung kesaktian pada nenek misterius itu, Jumat (8/5/2009).

Namun setelah sang nenek di bujuk rayu, akhirnya gambar yang diharapkan berhasil didapatkan. “Ini kebetulan atau gimana sih kok mati sendiri,” kata seorang wartawan dengan keheran-heranan. Padahal dia mengaku sudah mengisi baterainya penuh sebelum berangkat liputan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar